Tuesday, February 25, 2014

ISBN, Asal-Usul dan Rahasia Dibalik Penomorannya

Holaaa, baru bisa update sebulan sekali nih, lagi malesan akunya, ehehhe. Eniwei, kali ini aku pengen ngebahas tentang ISBN secara mendalam. Seperti yang sudah kalian semua ketahui, buku yang terdaftar hak ciptanya dan beredar secara komersial mempunyai kode unik yang tertera di bagian belakang buku, tepatnya kanan bawah buku, yang mana kode tersebut juga disertai barkod. Buat pustakawan, siapa sih yang nggak tahu ISBN, ya nggak? Tapi pernahkan kalian berpikir, gimana sih asal-usul ISBN ini? Kok bisa ada format yang berlaku universal seperti ini, penggagasnya siapa?

Thursday, January 23, 2014

5 Hukum Dasar Perpustakaan

Wah wah, sudah ganti tahun ternyata. Setelah cukup lama vakum ngeblog gegara beberapa kendala yang melintang, sekarang baru bisa ngeposting artikel baru lagi. Yah, syukuri sajalah meski lama, ehehehhe.

Oke, di postingan pertama tahun 2014 ini aku akan membahas mengenai Lima Hukum Dasar Perpustakaan. Kepikiran sih, soalnya pas kuliah-kuliah terakhir sebelum ujian kemarin ada dosen yang nanyain di kelas, dan ternyata nggak satupun temen kuliahku inget!!! miris sih, aku sendiri nggak inget, hehhe. Makanya, ngeliat betapa pentingnya teori yang dikemukakan Ranganathan ini, aku milih topik ini buat jadi pembuka tahun.

Jadi, sekilas mengenai sang pencetus teori, Shiyali Ramamrita Ranganathan adalah Bapak Perpustakaan India. Selain menjadi pustakawan, beliau juga seorang ahli matematika. Pemikirannya yang terkenal di kalangan dunia, selain Lima Hukum Dasar Perpustakaan tersebut, adalah penemuannya akan klasifikasi colon. Sistem klasifikasi ini banyak digunakan di perpustakaan di India. Nah, saking dihormatinya Dr. Ranganathan ini, di India tanggal ulang tahunnya dijadikan Hari Perpustakaan Nasional.

Friday, October 18, 2013

Pelestarian Dokumen

Dokumen, baik secara fisik maupun informasi yang terkandung di dalamnya, perlu dilestarikan bersama sebagai suatu rekaman budaya atau sejarah kehidupan bangsa yang menjadi kebanggaan dan acuan dalam pengembangan budaya bangsa di masa mendatang. Pemeliharaan dokumen tidak ditujukan pada dokumen yang sudah tua dan rusak saja, tetapi juga pada bahan pustaka yang baru.

Monday, October 7, 2013

10 Dasar Perencanaan dan Desain Perpustakaan

Sebuah desain perpustakaan melibatkan kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi perpustakaan. Kondisi internal meliputi bagaimana membuat ruang perpustakaan terasa lapang dan nyaman bagi pemustaka, sementara kondisi eksternal meliputi bencana alam, temperatur, lingkungan sekitar, dll. Dari dua kondisi tadi, seorang arsitek asal Inggris, Faulkner Brown, mengemukakan “”10 Peraturan Faulkner Brown”, yang berisi 10 kriteria untuk membuat sebuah gedung perpustakaan yang bagus. Berikut 10 kriteria tersebut :

Wednesday, September 25, 2013

Mengapa Disebut Literatur Kelabu?

Baru saja, saat saya mengikuti kuliah Manajemen Koleksi, muncul sebuah frasa baru yang menarik bagi saya. Meskipun frasa ini bukan merupakan hal yang asing di dunia perpustakaan dan informasi, namun jujur ini baru pertama kalinya saya mendengarnya. Frasa itu adalah "literatur kelabu". Mungkin bagi anda yang sudah awam dengan dunia informasi sudah mengetahui apa arti istilah diatas. Ya, setelah perkuliahan sore ini berakhir, saya segera pulang ke rumah kontrakan saya dan menyalakan laptop, mencari arti istilah literatur kelabu ini, atau yang dalam bahasa inggris disebut "grey literature". Namun sebenarnya yang membuat saya lebih tertarik bukanlah makna dari literatur kelabu, melainkan adalah, kenapa disebut literatur kelabu?

Friday, September 13, 2013

Jurnal Elektronik Sebagai Media Promosi Perpustakaan

Jurnal merupakan suatu terbitan berkala yang berbentuk majalah yang isinya bersifat informasi ilmiah mengenai penemuan suatu karya mutakhir dalam kajian ilmu pengetahuan. Pada umumnya, jurnal terbagi dalam dua jenis yaitu jurnal cetak dan jurnal non cetak (jurnal elektronik), namun seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, jenis jurnal makin beraneka ragam. Ada jurnal yang terbit dalam bentuk tercetak, ada juga jurnal yang terbit dalam bentuk elektronik. mengikuti tren teknologi dan informasi yang berkembang pesat ini, perpustakaan perguruan tinggi sebagai badan pengelola informasi dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang sedang terjadi. Pengguna perpustakaan, dalam hal ini civitas akademika, sebagai subjek pencari informasi sangat membutuhkan informasi secara cepat, hemat waktu, biaya serta tenaga.

Jam Kunjung Perpustakaan di University of South Florida



Banyak mahasiswa yang berkumpul diluar Perpustakaan Universitas South Florida Kamis, 5 September 2013 lalu. Mereka terlihat menggelar tikar dan kain, beberapa bahkan membawa makanan dan minuman, mempersiapkan diri untuk menginap di luar perpustakaan universitas itu. Ini merupakan bentuk aksi mereka untuk menuntut perpanjangan jam kunjung di Perpustakaan University of South Florida tersebut.

Melissa Grazon, salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi tersebut, membagikan pulpen dan mengajak mahasiswa lain untuk menulis surat kepada administrator perpustakaan, ketika beberapa wartawan mulai datang. Setelah jam kunjung dikurangi secara drastis, akibat aksi yang dilakukan mahasiswa ini, jam kunjung perpustakaan di University of South Florida dikembalikan seperti semula, 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Bahkan apabila memungkinkan, perpustakaan akan dibuka sepanjang minggu.


sumber : http://lisnews.org/library_hours_restored_at_u_of_south_florida